Pages

Loading...

Minggu, 15 April 2012

CERPEN TENTANG GO GREEN


Cerpen
Bersambung dengan Harapan
“Gang Biru Pak” teriak seorang gadis dari pintu belakang bis.
“Gang Biru! Gang Biru!” lanjut kondektur bis merespon.
Fina turun dari bus, seketika ia menghela nafas panjang. Lega rasanya bisa turun dari bus yang sesak itu. 8 bulan sekolah di Yogyakarta, dengan tertatih-tatih mengumpulkan dana, sehingga sekarang dia bisa hidup bersama bibinya. Luar biasa! Betapa panasnya jogja ini. Sepanjang perjalanan pulang di bus “jalur 15” hingga sampai depan gang biru tak satupun Fina temui pohon yang berdiri kokoh menghiasi jalan.
Dari Gang Biru, rumah Fina masih 1 km. dan apapun yang terjadi, kaki Fina harus mau berjalan 1km. Setiap hari, dengan keadaan yang sama. “Tak seperti di desaku” gumamnya lirih, ”setiap hari hujan, pohon dimana-mana, transportasi tak sepadat ini” lanjut Fina sambil mengibaskan kipas genggamnya. Jika di tak peduli masalah pentingnya pendidikan, mungkin tak sudi ia hijrah ke Jogja. Baginya Jogja adalah sumber segala ilmu, dimana pun bisa dijumpai banyak gedung lembaga pendidikan formal dan non-formal. Mungkin pohon-pohon itu sedah digantikan dengan gedung-gedung itu.
Tak sengaja Fina masuk di Komunitas Pecinta Alam di sekolahnya. Seketika itu juga terlintas dalam di kepalanya setiap keadaan di Bus yang ia alami panas, bau, macet, dan banyak polusi yang tak bisa ia ditahan jika berhenti di lampu merah. Saat itu komunitas yang ia ikuti sedang mengadakan rapat, tiba-tiba ia mengankat tangan dan berdiri, menghela nafas dan mulai berbicara.
“Terimakasih telah memberi saya kesempatan untuk berbicara” semua mata tertuju padanya dan dia melanjutkan pembicaraannya. “pernah tidak kalian berhayal tentang Jogja yang dingin, Jogja yang lebih banyak angkutan umum daripada kendaraan pribadi, dan Jogja yang rimbun dengan pepohonan?”
Semua orang memperhatikan Fina yang berpendapat. Kemudian Ridwan sang ketua komunitas mengambil alih bicara. “Iya teman-teman mengapa kita tidak melakukan reboisasi dan penyuluhan masalah lingkungan saja untuk agenda bulan ini?” tutur Ridwan. Sebuah ide yang cemerlang dan sejalan dengan pikiran Fina. Kemudian mereka kembali melanjutkan rapat lagi.
Hampir 2 bulan mereka mempersiapkan acara reboisasi dan penyuluhan lingkungan, yang dituturkan Ridwan 2 bulan yang lalu. Reboisasi dilakukan untuk daerah sekolah Fina dan sekitarnya. Seminar tentang penyuluhan lingkungan sehat juga terlaksana dengan baik. Banyak masyarakat yang antusias menyambut acara tersebut. Beberapa panitia turun ke jalan-jalan mengedarkan brosur tentang kepedulian terhadap lingkungan dan anjuran tentang mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Yah, jika hanya terjadi sekali saja apa gunanya acara ini besar kemungkinan perilaku ramah lingkungan hanya sementara. Fina hanya bisa memimpikan jogja yang sejuk seperti kampong halamannya yang banyak ditumbuhi pepohonan besar dan rimbun. Lelah seharian  berdakwah tentang permasalahan Go Green kepada masyarakat Fina langsung membersihkan badannya, menunaikan kewajiban sebagai muslim dilanjutkan dengan doa dan kemudian terlelap dalam tidurnya, namun sebelum ia terlelap dalam mimpinya fina berdoa “semoga apa yang teah ia lakukan tadi dapat terus dilaksanakan oleh masyarakat dan berguna buat semua orang”.

0 komentar:

Poskan Komentar